ANGGARAN BIAYA OVERHEAD PABRIK (BOP)
Biaya Overhead Pabrik (BOP) adalah sejumlah dana yang
dikeluarkan untuk pembiayaan selain biaya bahan baku langsung dan biaya tenaga
kerja langsung.
Jenis-jenis biaya overhead pabrik:
1.
Gaji manajer pabrik dan
staffnya
2.
Penyusutan aktiva tetap
pabrik
3.
Pajak Bumi dan Banguanan
(PBB) serta Pajak Penghasilan
4.
Premi asuransi kerugian
aktiva tetap pabrik dan kesehatan tenaga kerja
5.
Pemeliharaan gedung dan
perawatan mesin-mesin
6.
Bahan baku dan tenaga kerja
tidak langsung
7.
Pengelolaan bahan baku
8.
Air, telepon, dan listrik
9.
Inspeksi pengawasan dan
jasa konsultan
10.
Biaya umum dan administrasi
pabrik
Tarif BOP
Dalam kalkulasi biaya normal, biaya BOP dialokasikan ke
proses produksi berdasarkan tariff yang telah ditentukan terlebih dahulu kemudian
dikalikan kapasitas normal pabrik tersebut.
BOP dibebankan (n% x biaya produksi) / BOP sesungguhnya =
laba (rugi) perusahaan
Unsur-unsur pada kapasitas pabrik
1.
Biaya bahan baku
2.
Biaya tenaga kerja langsung
3.
Biaya jam tenaga kerja
langsung
4.
Biaya jam mesin
5.
Unit output yang dihasilkan
Metode perhitungan BOP
1.
BOP dengan tarif departemen
2.
BOP dengan tarif tunggal
Contoh:
Berikut
adalah data departemen yang menikmati Biaya Overhead Pabrik (BOP) tidak
langsung dalam perusahaan ABC:
Departemen
|
BOP langsung
|
Luas Lantai
|
KWH
|
Jumlah Karyawan
|
Produksi A
|
Rp
5,600,000
|
5,000
|
350,000
|
25
|
Produksi B
|
Rp
4,400,000
|
3,000
|
150,000
|
20
|
Pembantu X
|
Rp
3,500,000
|
1,500
|
75,000
|
15
|
Pembantu Y
|
Rp
1,500,000
|
500
|
125,000
|
15
|
Rp
15,000,000
|
10,000
|
700,000
|
75
|
Berikutnya adalah Data BOP tak langsung departemen:
Jenis
Biaya
|
Jumlah
|
Dasar
|
Biaya listrik pabrik
|
Rp
420,000
|
Pemakaian KWH
|
Biaya penyusutan gedung
|
Rp
580,000
|
Luas lantai
|
Biaya gaji pegawai
|
Rp
300,000
|
Jumlah karyawan
|
Pendistribusian BOP tak langsung ke departemen yang menikmati BOP
berdasarkan data BOP tak langsung departemen di atas:
Produksi A
Biaya listrik pabrik
= KWH dipakai
/ total KWH x Biaya listrik pabrik
=
350.000 / 700.000 x 420.000
=
210.000
Biaya penyusutan gedung pabrik
=
Luas lantai / total Luas lantai x B. penyusutan gedung pabrik
=
5.000 / 10.000 x 580.000
=
290.000
Biaya listrik pabrik
= jumlah
karyawan / total jumlah karyawan x Biaya listrik pabrik
=
25 / 75 x 300.000
=
100.000
Untuk Produksi B, Pembantu X, dan Pembantu Y…coba dihitung sendiri ya :-p
Data Rekapitulasi BOP PT. ABC (dalam ribu):
Jenis
BOP
|
Jumlah
|
Produksi
|
Pembantu
|
||
A
|
B
|
X
|
Y
|
||
BOP Langsung
|
15.000.000
|
5.600.000
|
4.400.000
|
2.500.000
|
1.500.000
|
BOP tak langsung
|
|||||
B. listrik pabrik
|
420.000
|
210.000
|
90.000
|
45.000
|
75.000
|
B. peny. gedung
|
580.000
|
290.000
|
174.000
|
87.000
|
28.000
|
B. gaji pegawai
|
300.000
|
100.000
|
80.000
|
60.000
|
60.000
|
Jumlah BOP
|
16.300.000
|
6.200.000
|
4.744.000
|
3.692.000
|
1.664.000
|
KOREKSI LAGI YA KAWAN…
KRITIK DAN SARAN MEMBANGUN SANGAT SAYA HARAPKAN J
Tidak ada komentar:
Posting Komentar