Minggu, 17 Desember 2017

ANGGARAN BIAYA OVERHEAD PABRIK (BOP)

ANGGARAN BIAYA OVERHEAD PABRIK (BOP)
Biaya Overhead Pabrik (BOP) adalah sejumlah dana yang dikeluarkan untuk pembiayaan selain biaya bahan baku langsung dan biaya tenaga kerja langsung.

Jenis-jenis biaya overhead pabrik:
1.       Gaji manajer pabrik dan staffnya
2.       Penyusutan aktiva tetap pabrik
3.       Pajak Bumi dan Banguanan (PBB) serta Pajak Penghasilan
4.       Premi asuransi kerugian aktiva tetap pabrik dan kesehatan tenaga kerja
5.       Pemeliharaan gedung dan perawatan mesin-mesin
6.       Bahan baku dan tenaga kerja tidak langsung
7.       Pengelolaan bahan baku
8.       Air, telepon, dan listrik
9.       Inspeksi pengawasan dan jasa konsultan
10.   Biaya umum dan administrasi pabrik

Tarif BOP
Dalam kalkulasi biaya normal, biaya BOP dialokasikan ke proses produksi berdasarkan tariff yang telah ditentukan terlebih dahulu kemudian dikalikan kapasitas normal pabrik tersebut.
BOP dibebankan (n% x biaya produksi) / BOP sesungguhnya = laba (rugi) perusahaan

Unsur-unsur pada kapasitas pabrik
1.       Biaya bahan baku
2.       Biaya tenaga kerja langsung
3.       Biaya jam tenaga kerja langsung
4.       Biaya jam mesin
5.       Unit output yang dihasilkan

Metode perhitungan BOP
1.       BOP dengan tarif departemen
2.       BOP dengan tarif tunggal

Contoh:
Berikut adalah data departemen yang menikmati Biaya Overhead Pabrik (BOP) tidak langsung dalam perusahaan ABC:
Departemen
BOP langsung
Luas Lantai
KWH
Jumlah Karyawan
Produksi A
 Rp    5,600,000
5,000
350,000
25
Produksi B
 Rp    4,400,000
3,000
150,000
20
Pembantu X
 Rp    3,500,000
1,500
75,000
15
Pembantu Y
 Rp    1,500,000
500
125,000
15

 Rp  15,000,000
10,000
700,000
75

Berikutnya adalah Data BOP tak langsung departemen:
Jenis Biaya
Jumlah
Dasar
Biaya listrik pabrik
 Rp    420,000
Pemakaian KWH
Biaya penyusutan gedung
 Rp    580,000
Luas lantai
Biaya gaji pegawai
 Rp    300,000
Jumlah karyawan

Pendistribusian BOP tak langsung ke departemen yang menikmati BOP berdasarkan data BOP tak langsung departemen di atas:

Produksi A
Biaya listrik pabrik   
= KWH dipakai / total KWH x Biaya listrik pabrik
= 350.000 / 700.000 x 420.000
= 210.000

Biaya penyusutan gedung pabrik     
= Luas lantai / total Luas lantai x B. penyusutan gedung pabrik
= 5.000 / 10.000 x 580.000
= 290.000

Biaya listrik pabrik   
= jumlah karyawan / total jumlah karyawan x Biaya listrik pabrik
= 25 / 75 x 300.000
= 100.000

Untuk Produksi B, Pembantu X, dan Pembantu Y…coba dihitung sendiri ya :-p

Data Rekapitulasi BOP PT. ABC (dalam ribu):
Jenis BOP
Jumlah
Produksi
Pembantu
A
B
X
Y
BOP Langsung
15.000.000
5.600.000
4.400.000
2.500.000
1.500.000
BOP tak langsung
B. listrik pabrik
420.000
210.000
90.000
45.000
75.000
B. peny. gedung
580.000
290.000
174.000
87.000
28.000
B. gaji pegawai
300.000
100.000
80.000
60.000
60.000
Jumlah BOP
16.300.000
6.200.000
4.744.000
3.692.000
1.664.000


KOREKSI LAGI YA KAWAN…
KRITIK DAN SARAN MEMBANGUN SANGAT SAYA HARAPKAN J

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PENGANGGARAN MODAL (CAPITAL BUGETING)

PENGANGGARAN MODAL (CAPITAL BUGETING) A.    DEFINISI Capial budgeting adalah investasi jangka panjang untuk memperoleh manfaat di m...