Minggu, 17 Desember 2017

HARGA POKOK PRODUKSI KOMPREHENSIF (ANGGARAN INDUK)

HARGA POKOK PRODUKSI KOMPREHENSIF (ANGGARAN INDUK)

Tahapan penyusunan anggaran harga pokok produksi:
1.       Menyusun anggaran penjualan dalam unit dan dalam rupiah
2.       Menyusun anggaran produksi dalan unit
3.       Menyusun anggaran bahan baku (pembelian dan penggunaan)
4.       Menyusun anggaran biaya tenaga kerja atau upah buruh
5.       Menyusun anggaran biaya overhead pabrik

CONTOH:
PT. ABC mempunyai rencana penjualan, sebagai berikut:
Produk X 60.000 unit @ Rp 200,- dengan proyeksi persediaan awal 20.000 dan akhir 25.000
Produk Y 40.000 unit @ Rp 250,- dengan proyeksi persediaan awal 8.000 dan akhir 9.000
Penjualan dibayar tunai 70% dan sisanya kredit. Data yang tersedia diantaraya sebagai berikut:

Harga dan Penggunaan Bahan Baku
Keterangan
Bahan Baku A
Bahan Baku B
Bahan Baku C
Produk X
4
2
0
Produk Y
5
3
1
Persediaan awal (unit)
32.000
29.000
6.000
Persediaan akhir (unit)
36.000
32.000
7.000
Harga per unit (Rp)
12
5
3

Keterangan tambahan:
Keterangan
Waktu/unit
Tarif buruh/unit
Persediaan awal barang jadi
Persediaan awal barang jadi
Persediaan akhir barang jadi
Produk X
2 jam
Rp 12
Rp 125.000
1.000 unit
500 unit
Produk Y
3 jam
Rp 16
Rp 90.000
500 unit
400 unit
Tarif BOP berdasarkan jam tenaga kerja langsung, tarif variable Rp 8,- / jam, tariff tetap Rp 12,- / jam. Dari tariff tersebut 20%-nya adalah beban penyusutan aktiva tetap pabrik. Asumsi: pembelian material dibayar tunai 50% dan sisanya kredit.

JAWAB:
Tabel 1. Anggaran Penjualan
Keterangan
Jumlah
Penjualan tunai       = 70% x Rp 22.000.000        = Rp 15.400.000
Penjualan kedit       = 30% x Rp 22.000.000        = Rp 6.600.000
Produk X ( 60.000 x Rp 200)
Rp 12.000.000
Produk Y (40.000 x Rp 250)
Rp 10.000.000
Jumlah
Rp 22.000.000

Tabel 2. Anggaran Produksi
Keterangan
Produk X
Produk Y
Penjualan
60.000
40.000
(+) Persediaan akhir
25.000
9.000
Jumlah
85.000
43.000
(-) Persediaan awal
20.000
8.000
Unit yang diproduksi
65.000
41.000

Tabel 3. Anggaran Pengangguran Bahan Baku
Keterangan
Bahan Baku A
Rp 12,-
Bahan Baku B
Rp 5,-
Bahan Baku C
Rp 3,-
Produk X (65.000)(4.2.0)
260.000
130.000

Produk Y (41.000) (5.3.1)
205.000
123.000
41.000
Jumlah dipakai (unit)
465.000
253.000
41.000
Jumlah dipakai (rupiah)
5.580.000
4.126.500
123.000

Tabel 4. Anggaran Pembelian Bahan Baku
Keterangan
Bahan Baku A
Rp 12,-
Bahan Baku B
Rp 5,-
Bahan Baku C
Rp 3,-
Penjualan BB
465.000
253.000
41.000
(+) Persediaan akhir BB
36.000
32.000
7.000
Jumlah
501.000
285.000
48.000
(-) Persediaan awal BB
32.000
29.000
6.000
Jumlah dipakai (unit)
469.000
256.000
42.000
Jumlah dipakai (rupiah)
5.628.000
1.280.000
126.000

Jumlah pembelian = Rp 5.628.000 + Rp 1.280.000 + Rp 126.000
                                       = Rp 7.034.000
Penjualan tunai       = 50% x Rp 7.034.000      = Rp 3.517.000
Penjualan kredit     = 50% x Rp 7.034.000      = Rp 3.517.000

Tabel 5. Anggaran Upah Buruh
Keterangan
Jumlah
Produk X ( 65.000 x Rp 12 x 2 jam)
Rp 1.560.000
Produk Y (41.000 x Rp 16 x 3 jam)
Rp 1.968.000
Jumlah
Rp 3.528.000

Tabel 6. Anggaran Biaya Overhead Pabrik
Keterangan
Jumlah
Produk X ( 65.000 x Rp 20 x 2 jam)
Rp 2.600.000
Produk Y (41.000 x Rp 20 x 3 jam)
Rp 2.450.000
Jumlah
Rp 5.060.000
BOP Penyusutan                                     = 20% x Rp 5.060.000      = Rp 1.012.000
BOP jam tenaga kerja langsung        = 80% x Rp 5.060.000      = Rp 4.048.000

Tabel 6. Anggaran Harga Pokok Produksi
Keterangan
Produk X
Produk Y
Unit yang diproduksi
65.000
41.000
Bahan baku A @ Rp 12
3.120.000
2.460.000
Bahan Baku B @ Rp 5
650.000
615.000
Bahan Baku C @ Rp 3
0
123.000
Upah Buruh
1.560.000
1.968.000
BOP
2.600.000
2.460.000
Jumlah
7.930.000
7.626.000
HPP per unit
(jumlah/ unit yg diproduksi)
122,-
186,-

Tabel 8. Anggaran HPP Produk X
Keterangan
Unit
Jumlah (Rp)
Persediaan awal produk jadi
1.000
125.000
Produksi
65.000
7.930.000
Total barang jadi siap jual
66.000
8.055.000
Persediaan akhir produk jadi
500
61.023*
HPP
65.500
7.993.978
Perhitungan laba (rugi) Produk X:
Nilai penjualan produk  (65.500 x Rp 200)     = Rp 13.100.000
HPP                                                                              = Rp 7.993.978
Laba penjualan produk                                        = Rp 5.106.022

Tabel 8. Anggaran HPP Produk Y
Keterangan
Unit
Jumlah (Rp)
Persediaan awal produk jadi
500
90.000
Produksi
41.000
7.626.000
Total barang jadi siap jual
41.500
7.716.000
Persediaan akhir produk jadi
400
74.371
HPP
41.100
7.641.629
Perhitungan laba (rugi) Produk Y:
Nilai penjualan produk  (41.000 x Rp 250)     = Rp 10.275.000
HPP                                                                              = Rp 7.641.629
Laba penjualan produk                                        = Rp 2.633.371

NB:
*61.023 = 8.055.000 / 66.000  x 500

KOREKSI LAGI YA KAWAN…
KRITIK DAN SARAN MEMBANGUN SANGAT SAYA HARAPKAN J

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PENGANGGARAN MODAL (CAPITAL BUGETING)

PENGANGGARAN MODAL (CAPITAL BUGETING) A.    DEFINISI Capial budgeting adalah investasi jangka panjang untuk memperoleh manfaat di m...